PEWARISAN SIFAT (1)

Makhluk hidup yang telah tercipta di alam bumi ini, merupakan hasil penciptaan oleh Allah Swt, dengan membawa sifat yang telah ditetapkan di dalam inti sel. Sifat yang dimiliki manusia, hewan dan tumbuhan telah dirancang pada senyawa protein dan asam nukleat.

 

Sadar ataupun tidak, apabila kita melihat diri kita maka akan ada kesamaan pada diri ayah dan ibu kita. Itulah, bukti bahwa sifat orang tua akan diwariskan kepada individu baru atau anaknya.

 

Masih ingatkah kita dengan morfologi sel ….?

 

Persamaan dan perbedaan yang ada dalam satu keluarga misalnya warna rambut, warna kulit, bentuk mata, cara berjalan, bentuk hidung, bentuk dagu, bentuk mulut, golongan darah, kecerdasan, bakat, watak atau karakter, besar  tubuh, suara, dan sebagainya. Demikian pula pada tumbuhan, buah yang lebat, manis, asam, pahit, berbiji kecil, berdaging buah tebal dsb.

Sifat makhluk hidup dapat diturunkan dari induk atau Parental kepada anaknya atau Filial, dengan pewarisan sifat yang demikian menjadikan manusia dapat memilih Filial ataupun Parental tumbuhan dan hewan yang berkualias baik. Kualitas yang baik tersebut dapat dilihat dari buahnya yang manis dan lebat, batangnya kokoh, panennya cepat, dan bentuk bunganya indah tahan terhadap kekeringan, tahan terhadap serangan hama dan memiliki peranakan yang cepat. Pada hewan dapat dilihat dari produktivitas yang tinggi seperti ayam dapat menghasilkan telur dan daging yang banyak, sapi menghasilkan susu yang banyak, ikan hias memiliki warna tubuh yang indah seperti ikan cupang dan ikan mas koki, dan burung yang memiliki warna bulu yang indah seperti burung merak dan cendrawasih.

Persamaan dan perbedaan tersebut dipelajari dalam cabang biologi yang disebut ilmu genetika. Genetika adalah ilmu yang mempelajari gen yang di dalamnya terdapat pewarisan sifat dari orang tua (induk) kepada keturunannya. Penerapan ilmu ini banyak dipakai dalam bidang pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, bahkan perkembangan dalam ilmu biologi itu sendiri.

Peletak dasar prinsip-prinsip pewarisan sifat adalah seorang ilmuwan yang bernama Gregor Mendel (1822-1884), ia adalah seorang rahib dan biologiwan dari kota Brunn di Austria. Gregor Mendel dijuluki sebagai bapak genetika. Mendel mengadakan percobaan dengan menggunakan tanaman kacang ercis (Pisum sativum).

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s